Selamat Datang wajah baru. Selamat berproses Anggota Muda XXIX
Daaan selamat bergabung bersama kami, keluarga Kelompok Studi Herpetologi UGM
Yayyy, Finally

KSH JAYA?! KSH !!!
Pada 26 hingga 28 Januari 2018, KSH UGM melaksanakan Sidang Umum yang bertempat di Omah Noto Plankton, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta. Sidang Umum adalah forum pengambilan putusan tertinggi di KSH. Sidang Umum ini dilaksanakan untuk mengubah dan menetapkan AD/ART KSH, mendemisionerkan ketua KSH lama dan mengangkat ketua KSH baru.

 Pada hari pertama, dilaksanakan Sidang Pleno 1 yaitu pengubahan AD/ART yang dihadiri oleh 32 orang anggota aktif KSH. Sidang Pleno 1 dipimpin oleh M. Pratama Yudha Perwira selaku perwakilan dari DS. Pada sidang ini dihasilkan tata tertib sidang dan AD/ART baru. Sidang ini berakhir pukul 23.35 WIB untuk kemudian dilanjutkan keesokan harinya.


Hari kedua dilaksanakan Sidang Pleno 2 yaitu penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) ketua KSH yang dihadiri oleh 30 orang. Sidang pleno 2 ini dipimpin oleh Ainurrisqi selaku perwakilan dari AM. Sidang berjalan dengan lancar dan kondusif. Pada sidang ini dihasilkan ketetapan bahwa LPJ Kepengurusan Periode 2016-2018 diterima bersyarat.


Sidang kemudian dilanjutkan pada sore hari dengan agenda pemilihan ketua KSH baru. Sidang Pleno 3 ini dipimpin oleh  Arnita Prasitaningrum selaku perwakilan dari Badan Pekerja (BP). Setelah perdebatan seru dan cukup alot, ditentukanlah Ainun Ni'matil Fitriyah (T.32) sebagai ketua KSH periode 2018. Ketua periode sebelumnya, Abdul Fattah (T.28), berpesan bahwa dengan terpilihnya Ainun sebagai ketua bukan berarti Ainun akan bekerja sendiri dan kesempatan untuk bertanya dan meminta saran akan selalu terbuka lebar. Sedangkan Ainun menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Selamat memimpin Ainun! Semoga KSH akan tetap jaya dan semakin baik nantinya :)



Dalam rangka memperingati turtle day tahun 2017, kelompok Studi Herpetologi mengadakan Kopdar Konservasi Penyu. Acara ini berlangsung di Pantai Goa Cemara, Sabtu (20/05) kemarin. Dalam acara tersebut KSH mengundang Relawan Banyu yang merupakan komunitas konservasionis penyu di Pantai Goa Cemara dan Pantai Pelangi serta Masyarakat Kelompok Konservasi Penyu Goa Cemara untuk berdiskusi yang kemudian dilanjutkan dengan monitoring pendaratan penyu di pantai tersebut.

Dalam diskusi yang dilakukan, Pak Bagyo selaku ketua Kelompok Konservasi Penyu memaparkan awal mula terbentuknya Kelompok konservasi tersebut dikarenakan banyaknya perburuan penyu di kawasan tersebut unuk tujuan konsumsi, kemudian Pak Bagyo dan kawan-kawan mulai terpikirkan dampaknya yaitu meningkatnya populasi ubur-ubur sebagai mangsa utama penyu. Akibatnya bibit ikan di laut menjadi menurun dan masyarakat nelayan akan kesulitan dalam mencari ikan. Dari latarbelakang tersebut lahirlah Kelompok konservasi penyu Goa Cemara pada tahun 2011 yang lambat laun menjadi maju seperti sekarang ini. Di Pantai Goa Cemara, penetasan telur menggunakan metode sarang semi alami, artinya telur dipindahkan ke lokasi baru dengan kondisi yang sama dengan sarang alaminya. 

Penyu yang sering mendarat di pantai itu adalah penyu abu-abu atau penyu lekang (Lepidochelys olivacea), kemudian pernah didapatkan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) mendarat untuk bertelur, dan penyu belimbing terdampar, lanjut Pak Bagyo menjelaskan. Mas Yhanu (Relawan Banyu) menjelaskan, Relawan Banyu lahir dari orang-orang yang simpati terhadap kelestarian Penyu di Goa Cemara yang akhirnya menjadi besar dan sering membantu masyarakat kelompok konservasi di Bantul khususnya di Pantai Goa Cemara dan Pantai Pelangi. Kampanye pertama mereka adalah untuk menyadarkan masyarakat Yogyakarta bahwasanya Yogyakarta memiliki penyu. Hal tersebut dikarenakan banyak masyarakat Jogja yang belum mengetahui adanya penyu di Jogja sendiri. Hasil diskusi malam itu adalah untuk melestarikan penyu di Bantul perlu keterlibatan semua pihak, dimulai dari Pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas, dan pihak-pihak lainnya. 

Monitoring pendaratan dilakukan dengan menyusur area pantai selama kurang lebih 2 jam. Penyusuran dilakukan dengan pencahayaan minim, dikarenakan penyu yang akan mendarat akan menganggap cahaya yang ada di pantai sebagai ancaman bagi mereka. Pada monitoring ini, tidak didapatkan penyu yang mendarat. Monitoring ini dilanjutkan dengan melihat tempat penangkaran semi alami.


Acara ini diadakan dalam rangka memperingati hari kura-kura sedunia yang jatuh pada tanggal 23 Mei 2017, bertujuan agar anggota KSH dapat mengerti lebih akan konservasi Penyu di Pantai Goa Cemara dan KSH mendapatkan relasi baru dalam menjaga kelestarian penyu di Yogyakarta.


Pada hari Sabtu,  25 Maret 2017 Kelompok Studi Herpetologi menyelenggarakan sekolah kepenulisan, fotografi, dan videografi di Ruang Biodas Atas Barat Fakultas Biologi UGM. Pembicara dalam acara ini diantaranya adalah Abdul Fattah, Herofi Azhar, dan Hendy Eka Putra.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan yang dibawakan oleh MC yaitu Khadija Lung Ayu dan M. Perwira Yudha Pratama. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Departemen Hubungan dan Pelayanan Masyarakat Kelompok Studi Herpetologi yaitu Isna Mustafiatul Ummah.

Materi pertama yang dibawakan adalah materi mengenai kepenulisan oleh Abdul Fattah. Pada sesi ini dijelaskan mengenai pembuatan press release yang baik dan benar. Materi kedua adalah materi mengenai desain poster oleh Herofi Azhar. Pada sesi ini dijelaskan mengenai tips dan trik membuat poster yang menarik. Materi terakhir adalah materi mengenai fotografi dan videografi oleh Hendy Eka Putra. Pada sesi ini dijelaskan mengenai teknik dasar fotografi dan videografi serta video editting.

Acara berakhir pada pukul 11.40 WIB. Semua peserta memperhatikan setiap materi dengan sangat antusias. KSH JAYA! KSH!


Pada tanggal 25 Februari 2017 lalu, dalam rangka HUT KSH ke 25, KSH mengadakan syukuran untuk malam puncak HUT KSH yang diadakan di ruang Biodas Atas Timur. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan. Selanjutnya dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh pak Rury. Setelah doa, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh pak Rury dan Abdul Fattah selaku ketua KSH yang menerima potongan tumpeng tersebut. Setelah pemotongan tumpeng, para undangan makan hidangan yang sudah disiapkan.

Syukuran ini tidak hanya civitas akademika biologi saja yang diundang. Organisasi dari luar, yaitu Bioalaska, Biopera, Kamapala Intan, KSBioDiv, KP3H, KSB, SCCF, KSSL, KSHK, Sioux, Serpente, PHI, dan IDS juga diundang untuk acara syukuran ini. Selain itu, alumni juga diundang untuk berbagi pengalaman-pengalaman yang bermanfaat.

Acara ditutup dengan foto bersama undangan. Semoga tahun ini KSH semakin maju dan semakin jaya. KSH jaya, KSH!

Dalam rangka pelaksanaan rangkaian HUT KSH ke 25, Pada tanggal 18 Februari 2017 lalu, KSH mengadakan lomba mewarnai dan pematerian herpetofauna yang diselenggarakan di SD Ngemplak Nganti. Lomba mewarnai diikuti oleh siswa kelas 1 dan 2 SD Ngemplak Nganti.


Acara dimulai pukul 07.30 WIB. Acara pertama yaitu lomba mewarnai diikuti oleh kelas 1 dan 2. Kelas 1 dan kelas 2 dibedakan menjadi 2 kelompok dan diberi gambar dengan tema “Herpetofaua” yang siap diwarnai. Para siswa mewarnai dengan teliti dan antusias. Perlombaan berlangsung selama 1 jam. Bagi siswa yang mewarnai paling bagus akan diberi penghargaan berupa hadiah yang sudah disediakan oleh KSH.

Setelah perlombaan selesai, sekitar jam 8.30 WIB para siswa diajak untuk melihat dan mengenal lebih dekat herpetofauna yang lucu-lucu ini. Para siswa ditunjukan beberapa spesimen herpetofauna, seperti ular piton yang sudah jinak, beberapa penyu dan kura-kura, dan juga biawak air. Para siswa sangat senang saat berinteraksi dengan penyu cs. Selain pengenalan dengan spesies, para siswa juga dikenalkan dengan memberi pengetahuan umum tentang herpetofauna yang diharapkan berguna untuk para siswa hingga masyarakat sekitar.

Acara diakhiri dengan pemberian hadiah untuk siswa yang mendapat juara 1,2 dan 3, pembagian snack untuk siswa yang berpartisipasi lomba mewarnai. Setelah pembagian snack, acara ditutup dengan foto bersama para siswa, kepala sekolah, guru dan staff, serta pemberian kenang-kenangan untuk sekolah SD Ngemplak Nganti.

Pemikiran terhadap herpetofauna yang menyebabkan banyaknya eksploitasi dan pembunuhan akibat ketidaktahuan masyarakat, dapat diubah mulai dari generasi muda hingga hal-hal kecil yang kita lakukan untuk memberi pengetahuan untuk masyarakat agar mengerti bahwa makhluk hidup, khususnya herpetofauna harus dijaga kelestariannya untuk anak cucu kita nanti. KSH jaya KSH!
Sabtu lalu, tanggal 11 Februari 2017 bertempat di Gedung Biodas Atas Barat Fakultas Biologi UGM, KSH melakukan launching Kabinet Kepengurusan yang bernama Pejuang Kemerdekaan. Nama ini diusung dengan harapan anggota KSH tahun ini mempunyai semangat seperti pejuang-pejuang kemerdekaan dan mempunyai satu tujuan yang sama.
Adapun pengurus harian pada Kabinet Pejuang Kemerdekaan adalah :
Ketua                                                     : Abdul Fattah (T.28)
Kepala Sie Sekretaris                           : Lathifatul Faliha (T.29)
Kepala Sie Bendahara                          : Laili Mufli Zusrina (C.18)
Kepala Departemen Hubyanmas          : Isna Mustafiatul Ummah (S.41)
Kepala Departemen Litbang                 : Arnita Prasintaningrum (L.22)
Kepala Departemen Keorganisasian    : R. M. Farchan Fathoni (S.40)



                         
Launching ini meliputi pemaparan Master Plan untuk tiga tahun kedepan dan pemaparan program kerja serta diskusi masing-masing sie dan departemen.
Semoga kepengurusan Kabinet ini dapat membawa KSH menjadi lebih baik.
KSH Jaya, KSH!